Skip to main content

Sekolah Sungai Tahun 2018 di Kecamatan Jatipurno


 

 

Polsek Jatipurno - Giat relawan peduli Jatipurno yang bertempat Dam Bendung warung Desa Slogoretno Kecamatan Jatipurno telah dilaksananakan gerakan pengurangan resiko bencana sekolah sungai tahun.2018 dan sosialialisasi kelestarian sungai.Kegiatan yang di ikuti 110 orang relawan yang terdiri dari unsur Forkompimcan Kecamatan Jatipurno . BPBD Wonogiri, Kelompok Tani Pemakai Air Tanggulangin Kecamartan Jatisrono, DPU SDA Jatipurno.,Pembina PRJ Jatipurno , Relawan Independen Wonogiri,PMR SMK ISS Jatipurno, Karang Taruna Slogoretno, DPU kecamatan Jatipurno, ICW Slogohimo,Relawan Difabel,Minggu (30/9/2018)


Dalam hal ini BPBD Kabupaten wonogiri mengajak masyarakat yang hadir agar bisa mengembalikan fungsi sungai ke alam sungai. Kita coba ngawali sungai sebagai tempat kehidupan protein lebih tinggi. Keberadaan sungai sdh semakin tidak baik. Mudah mudahan menjadikan giat positip bisa memanfaatkan perekonomian jatipurno yang semakin baik.


Sebagai komunitas Peduli sungai.Kegiatan Relawan peduli Jatipurno di antaranya Pengerukan tanah dan membersihkan sampah di lokasi Dam Bendungan, dilanjutkan sosialisasi dan Penebaran Bibit ikan oleh Camat Jatipurno Drs Suradi MM.


Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede, SIK, MIK melauli Kapolsek Jatipurno Iptu Edi Hanranta SIP mengatakan “Selain untuk beribadah kepada Allah, manusia juga diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi. Sebagai khalifah, manusia memiliki tugas untuk memanfaatkan, mengelola dan memelihara alam semesta. Allah telah menciptakan alam semesta untuk kepentingan dan kesejahteraan semua makhluk-Nya, khususnya manusia.

Keserakahan dan perlakuan buruk sebagian manusia terhadap alam dapat menyengsarakan manusia itu sendiri. Tanah longsor, banjir, kekeringan, tata ruang daerah yang tidak karuan dan udara serta air yang tercemar adalah buah kelakuan manusia yang justru merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya” katanya

Kapolsek menambahkan “Agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai, karena sampah yang dibuang sembarangan di sungai akan menyebabkan aliran air di sungai menjadi terhambat. Selain itu, sampah juga akan menyebabkan sungai menjadi cepat dangkal dan akhirnya memicu terjadinya banjir. Sampah juga membuat sungai tampak kotor dan terkontaminasi”


“Yang lebih utama agar tidak menimbulkan erosi tanah di sekitar hulu sungai, sebaiknya pepohonan tidak digunduli, ditebang, atau dirubah menjadi area pemukiman penduduk. Karena dengan adanya erosi, otomatis akan membawa tanah, pasir dan sebagainya ke aliran sungai dari hulu ke hilir sehingga dapat menyebabkan pendangkalan sungai”tambahnya

Red :Mustafa humas

Pengumuman

Statik Pengunjung

  • Hari Ini (8 Kunjungan)
  • Kemarin (21 Kunjungan)
  • Total (14813 Kunjungan)

Data Polling

Menurut pengunjung, apakah isi website ini bersifat informatif ?

  • Ya
  • Cukup
  • Tidak
  • Tidak Tahu

Link Terkait